Kamis, 22 Juni 2017

Pertolongan Pertama Ketika Si Kecil Demam

Demam




Orang tua khawatir saat si kecil demam merupakan hal yang wajar. Nah, ketika ini terjadi sebaiknya apa sih yang dilakukan ayah dan ibu?

Apabila anak demam, yang pertama dilakukan jangan panik. Tapi, orang tua bisa memberikan obat penurun demam seperti parasetamol yang sudah terbukti bisa untuk menurunkan demam. Kemudian bisa dilakukan kompres hangat pada daerah ketiak, selangkangan, dan di dahi.

INGAT ! Suhu tubuh anak yang normal kurang lebih 36,5 sampai 37,3 derajat celcius. Jadi, berdasarkan literatur, anak dikategorikan demam jika suhu tubuhnya 37,4-37,5 derajat celcius atau lebih.

Saat anak demam anak sudah lebih dari 39 derajat celcius, bisa digunakan ibuprofen. Tapi, pemberian ibuprofen tidak boleh terlalu sering mengingat ibuprofen memiliki efek samping yang bisa menyebabkan iritasi lambung ringan.

Harus diingat bahwa tujuan utama pemberian obat penurun demam adalah agar anak merasa nyaman, bukan untuk mempertahankan suhu yang normal.

Saat anak demam, jangan lupa pakaikan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat, bukan pakaian yang tebal karena itu akan memicu demam makin tinggi. Penggunaan topi, kaos kaki atau menggunakan selimut dengan rapat juga tidak perlu. Sebab, dalam kondisi demam justru akan membuat panas tidak menguap.

Pada bayi, jika demam baiknya berikan dia kompres hangat dulu. Jika suhu tubuhnya sudah normal maka tidak perlu diberi obat penurun demam. Apabila kecukupan cairan sudah terpenuhi dan bayi sudah dikompres tapi masih demam, boleh diberi obat penurun demam seperti parasetamol (dalam bentuk cair). Jangan lupa, setelah minum obat demam, jangan langsung susui anak, tunggu sekitar 15 menit.

Saat anak demam, dikasih obat penurun demam, setelah 30 menit atau 1 jam kita ukur lagi suhu tubuhnya. Kemudian terus dikompres dan diukur lagi dalam waktu 2 sampai 3 jam suhu tubuhnya. Pemberian obat oenurun panas harus sesuai dosis dan diberi per 4 jam. Kalau panasnya nggak turun-turun, lebih baik bawa ke dokter..


Senin, 19 Juni 2017

Beberapa penyebab dan Perawatan BBLR

Di Indonesia bayi dengan berat badan lahir lebih rendah (BBLR) menunjukan angka yang cukup tinggi. Padahal, bayi yang terlahir dengan berat badan rendah beresiko lima kali lebih tinggi mengalami kematian.



Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Kelahiran premature. Umumnya BBLR disebabkan oleh kelahiran premature dan pertumbuhan janin yang terlambat (PJT).

Faktor resiko medis, meliputi kehamilan yang disebabkan teknik bayi tabung hingga mengahasilkan bayi kembar lebih dari dua, jarak kehamilan yang terlalu dekat dari kehamilan sebelumnya, tidak optimalnya berat badan ibu, hipertensi,hipotensi, pendarahan pada strimester pertama atau kedua, adanya bakteri dalam urin atau acairan keuban yang terlalu banyak.

Faktor resiko demografik adalah faktor yang dipengaruhi oleh usia ibu ketika hamil atau melahirkan, yakni muda dibawah 16 tahun atau terlalu tua lebih dari 35 tahun. Selain itu, dipengaruhi juga tingkat pendidikan yang rendah serta keadaan sosio-ekonomi yang menjadi salah satu tolak ukur penentu status gizi anak.

Faktor risiko perilaku dan lingkungan dipengaruhi pada saat masa kehamilan terpapar asap rokok, ibu mengonsumsi alkohol, dan asupan nutrisi yang buruk.

Selain bisa menurunkan kualitas tumbuh kembang anak, bayi dengan BBLR juga memiliki risiko meninggal lebih ketinggi ketimbang bayi dengan bobot lahir normal. Karena itu, dengan mengenal dan melakukan peerawatan ibu ketika hamil yang tepat risiko-risiko tersebut bisa diatasi. Yait dengan :

1. Perawatan yang baik selama kehamilan

Pastikan kondisi kesehatan Ibu selama hamil selalu terpantau agar bisa mencegah persalinan prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Jangan absen datang ke konsultasi bulanan, karena pada saat itu dokter akan memeriksa pertambahan berat badan, tekanan darah, hingga perkembangan serta detak jantung bayi.

2. Perhatikan berat badan

Konsumsilah makanan yang sehat dan bergizi sejak awal kehamilan. Perbanyak asupan makanan yang kaya asam folat, seperti biji gandum utuh, buah-buahan, dan sayuran. Jenis makanan ini bisa meningkatkan berat badan lahir bayi dan membuat Ibu sehat selama hamil (baca juga: Berat Badan Bayi Rendah Saat Lahir, Ini Caranya Agar Ia Jadi Gemuk!).

3. Ubah gaya hidup

Kebiasaan minum alkohol dan merokok bisa meningkatkan risiko memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah. Hentikan kebiasaan ini, semakin dini semakin baik. Pastikan juga Ibu cukup tidur dan kurangi stres agar tidak mengganggu perkembangan janin.

4. Jangan abaikan riwayat kesehatan

Bila Ibu sudah punya masalah dengan tekanan darah tinggi atau diabetes sebelum hamil, pastikan kondisi ini tetap terjaga selama hamil agar tidak meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Pemantauan teratur dari dokter dapat membantu mendeteksi agar komplikasi seperti preeklampsia dan diabetes kehamilan tidak berdampak buruk terhadap perkembangan janin


Sabtu, 17 Juni 2017

Apakah Aman Gumoh Yang Terjadi Pada Bayi?

Apakah Aman Gumoh Yang Terjadi Pada Bayi?

Gumoh adalah cairan susu yang tiba-tiba keluar dari mulut bayi.



Ada yang menyebutkan gumoh adalah muntah. Meskipun kejadiannya mirip, tapi sebenarnya berbeda. Muntah terjadi ketika ketika terdapat aliran yang kuat dari dalam perut hingga akhirnya cairan keluar melalui mulut dan terasa sakit. Berbeda halya dengan gumoh. Ketika gumoh, tidak ada tekanan dari perut bayi yang menyebabka cairan keluar. Jadi cairan keluar mengalir sendiri dengan mudahnya, umumya dibarengi dengan sendawa.

Kondisi ini dialami oleh bayi yang sangat sehat dan kebanyakan gumoh tidak membutuhkan obat-obat khusus. Biasanya terjadi ketika bayi berusia beberapa minggu. Usia puncak bayi gumoh atau yang dikenal sebagai siklus refluks adalah 4 bulan.

Gumoh disebabkan karena sistem pencernaan bayi belum matang, sehingga isi perut dengan mudah keluar melalui kerongkongan dan bentuknya seperti cairan putih bercampur air liur. Klep  pentup alambung yang menjadi batas antara lambug dan tenggorokannya serta gerakan peristalatik lambung yang belum dapat bekerja sempurna adalah kondisi yang meyebabkan kenapa bayi sering gumoh ini.

Selain itu, ada beberapa alasan yang dapat menyebabkan bayi gumoh, antara lain :

  1. Posisi Menyusui yang tidak tepat. hindari menyusui dengan posisi tubuh bayi terlantang. Cenderung ketika bayi terlantang akan membuat air susu yang diminum masuk kedalam saluran pernafasan.
  2. Pemberian ASI secara berlebihan. Penyebab bayi sering gumoh yang kedua, yaitu pemberian ASI yang melebihi kapasitas lambung bayi. Ataupun gumoh terjadi pada saat air susu yang diberikan belum mengalir ke usu halus, tapi bayi atau lambung bayi sudah diisi lagi.
  3. Bayi terlalu aktif. Gerakan bayi yang terlalu aktif seperti sering menggeliat atau rewel ters menerus akan membuat perutnya tertekan sehigga ASI kembali keluar.
  4. Kondisi dot. Misalnya lubang dotnya terlalu besar bagi bayi. Lubang dot yang terlalu besar akan membuat aliran air susu menjadi sangat deras bagi bayi dan membuat bayi tersedak.

Pada umumnya gumoh tidaklah berbahaya da mempengaruhi kesehatan bayi. Namun, apabila bayi muntah-mutah. ini bisa menjadi kondisi yang disebt pyloricstenosis, dimana otot-otot  dibagain bawah perut menebal dan mencegah aliran masuk ke usus kecil.


Periksakan bayi kedokter jika jumlah gumohnya lebih dari 2 sendok makan, berat tubuhnya tidak naik, lesu, atau meneluarkan cairan hijau, kuning dan coklat atau bercampur darah, sesak nafas, da kelainan lainnya.